Pemilik Lion Air, Sekarang Merambah Bisnis Perhotelan

Pemilik Lion Air, Sekarang Merambah Bisnis Perhotelan
Pada akhir April nanti, Rusdi Kirana akan memperkenalkan hotel pertamanya di Manado Sulawesi Utara. Pengusaha pemiliki maskapai Lion Grup ini semakin gigih menancapkan cakram bisnisnya di Indonesia.

 


Sebelumnya, tahun ini, Rusdi Kirana telah sukses mengoperasikan maskapai barunya, Malindo Airways, hasil kolaborasi bersama perusahaan Malaysia NADI (National Aerospace & Defence Industries).


Berita ini dituturkan oleh Edward Sirait, Direktur Umum PT. Lion Mentari Airlines bahwa sekitar 29 April mendatang, Lion Grup akan melansir hotel yang memiliki 170 kamar dengan nama Lion International Hotel.


“Sejak tahun lalu, Lion Grup membangun hotel ini, gedung yang kita beli lalu kita renovasi. Di hotel ini nantinya akan ada plaza juga” ujar Edo. Memilih Manado sebagai lokasi hotel pertamanya, dikarenakan fakta bahwa sekarang Manado merupakan tujuan utama berwisata di wilayah timur Indonesia, apalagi selain wisman tapi wisatawan mancanegaranya pun juga tinggi. Selain itu, prospek Manado pada industri lainnya juga dinilai sangat potensial.


 “Akan tetapi, setelah membangun Hotel di Manado pasti kami akan bangun hotel di wilayah lain lagi namun saya belum tahu di mana, yang pasti apabila ada peluang yang bersinggungan dengan lini industri grup kami, pasti akan dimanfaatkan” terang Edo, yang enggan menyebutkan nilai investasi pembangunan hotel.


Bulan lalu, Lion Grup baru saja menandatangani kontrak dengan Airbus untuk menambah 234 unit pesawat Airbus dengan nilai US$ 24 miliar, memang dinilai cukup berani dalam mengembangkan bisnisnya yang berawal dari sebuah biro perjalanan (travel), yang sekarang menjadi sebuah maskapai terbesar yang patut diperhitungkan di Indonesia.


Langkah Lion Grup memborong 234 unit Airbus tersebut adalah berdasarkan pertumbuhan penumpang Indonesia, khususnya Asia yang memang saat ini memang sangat bertumbuh. “Kalau melihat pertumbuhan penumpang di Asia rata-rata 5% per tahun, dalam waktu lima tahun ke depan jumlah penumpangnya sudah begitu besar. Maka dari itu kita antisipasi menyiapkan armadanya” tutur Edo.


Pada 26 April mendatang, Lion Grup juga akan membuka maskapai barunya yakni Batik Air yang akan menjadi maskapai berkonsep full service, atau berbeda konsep dengan maskapai milik Lion sebelumnya yakni low cost carrier dan medium service. Edo menambahkan bahwa, Batik Air akan menggunakan jenis pesawat yang sama dengan maskapai baru yang dibangun Lion Grup di Malaysia. (syaf/01/ant)

We have 340 guests and no members online